Senin, 24 Maret 2014

5 PRINSIP KERJA EFEKTIF

5 PRINSIP KERJA EFEKTIF

Agar proses manajemen menjadi efektif maka dibutuhkan seperangkat prinsip kerja efektif. Dalam hal ini, ada 5 prinsip kerja efektif. Kelima prinsip tersebut dibagi lagi sehingga lebih jelas dan praktis. Apa sajakah 5 prinsip dimaksud? Simaklah paparan berikut ini:

1. Rencana
Rencana itu ada hanya ketika ditulis. Kalau Anda tidak menuliskannya: Anda mungkin mempunyai impian atau visi atau bahkan mimpi buruk. Anda tidak mempunyai rencana kecuali ditulis. Seperti kata Napoleon,  “Tidak ada yang sukses dalam perang kecuali sebagai konsekuensi dari rencana yang disiapkan dengan baik.”
Merencanakan sesuatu dengan tepat berarti Anda harus mengetahui:
·         Pekerjaan apa yg akan Anda diselesaikan?
·         Bagaimana melaksanakannya?
·         Kapan selesainya?
·         Di mana selesainya ?
·         Berapakah kecepatan melaksanakannya?
Rencanakan Pekerjaan dengan tepat! Dengan perencanaan yang tepat, puncak keberhasilan baru separuh dicapai. Perencanaan itu sukses hanya dengan pelaksanaan yang profesional.
2.   Jadwal
Pekerjaan harus dijadwalkan! Jadwal yg efektif harus:
·         Pasti.
·         Selaras dengan jadwal-jadwal lainnya.
·         Sulit mencapai, namun mungkin tercapai.
·         Peganglah dengan teguh.
Penjadwalan yang baik akan mengefektifkan energi Anda. Jangan biarkan energi Anda terbuang percuma hanya karena penjadwalan yang buruk.
3. Pelaksanaan
Letnan Jenderal James F. Hollingsworth mengatakan, “Orang bodoh mana pun bisa menulis sebuah rencana. Pelaksanaanyalah yang membuat Anda kewalahan.”
Setelah rencana yang tepat disiapkan, laksanakanlah rencana tersebut dengan:
·         Terampil
·         Teliti
·         Cepat
·         Tanpa usaha yang tak perlu
·         Tanpa penundaan yang tak perlu
Laksanakanlah rencana dengan tanpa memisahkannya dari pelaksanaan. Dengan kata lain, para perencana itu harus mengomandani pelaksanaan dan para komandan itu harus turut serta merencanakan.
4. Pengukuran
Perkerjaan yang telah Anda laksanakan haruslah diukur:
·         Berdasarkan potensi Anda
·         Berdasarkan progress report Anda yang telah lalu
·         Berdasarkan progress report orang lain yang telah lalu
·         Berdasarkan kuantitas
·         Berdasarkan kualitas
Buatlah rekam jejak perjalanan pelaksanaan perkerjaan Anda. Nantinya akan berguna untuk melaksanakan pekerjaan-perkerjaan lainnya sebagai referensi.
5. Kontraprestasi
Apabila pekerjaan Anda telah selesai dengan efektif, Anda selayaknya mendapat balas jasa berupa:
·         Syarat kerja yang baik
·         Kesehatan yang baik
·         Kebahagiaan
·         Pengembangan diri
·         Uang

Menerapkan Pedoman , Prosedur, dan Aturan kerja
1.  Pedoman kerja yang efisien
•    Bekerja berdasarkan/sesuai rencana
•    Menyusun rangkaian pekerjaan menurut urutan yang tepat
•    Biasakanlah memulai & menyelesaikan pekerjaan  dengan  segera
       Bila mungkin kerjakan pekerjaan beberapa sekaligus
•    Menyusun sistem kerja yang otomatis.
•    Menyimpan benda/alat-alat yang mudah diambil
•    Biasakan mengambil keputusan segera
•    Buat catatan untuk membantu ingatan
•    Biasakan melimpahkan tugas dan wewenang kepada bawahan.

Syarat-syarat Personal
a. Prasyarat pengetahuan
Syarat pengetahuan mencakup pengetahuan yang mendasari sesuatu profesi tertentu. Syarat pengetahuan pada saat ini masih diukur dengan tingkat pendidikan seseorang dengan menunjukkan apa yang disebut STTB atau ijazah.
b. Prasyarat Ketrampilan
Syarat Ketrampilan berarti tuntutan untuk dapat melakukan sesuatu dengan cermat dan berhasil.
c. Prasyaratan Kepribadian
Ciri-ciri itu dapat dikenali dari hal-hal berikut :
1.      Sikap badan ketika duduk, berjalan, dan berbicara
2.      Sifat bersih dan rapi
3.      Sikap luwes dan berbusana serasi
4.      Sifat yang bertalian dengan kesehatan diri
5.      Sifat yang berkaitan dengan kemampuan dan ketrampilan kerja.
6.      Sifat kerohanian

Pengertian SOP
1.      Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong  dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
2.      SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

 Tujuan SOP
1.      Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
2.      Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi
3.      Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
4.      Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
5.      Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi

Fungsi :
1.      Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2.      Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3.      Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4.      Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5.      Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Kapan SOP diperlukan
1.      SOP harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan dilakukan
2.      SOP digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak
3.      Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.

 Keuntungan adanya SOP
1.      SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten
2.      Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
3.      SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
Dalam menjalankan operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan

Mengelola Informasi
1. Pengertian Informasi
·        Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Information System : conceptual fundations, structures, and development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
·     Menurut Barry E Cushing dalam buku Accounting Information System and Bussines Organization dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan datayang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerima.
·     Practise mengungkapnan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
·     Menurut Robert N Anthony dan John dearden menyebutkan informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunannya.
Dari keempat pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

2. Syarat – Syarat informasi
Adapun syarat-syarat tentang informasiyang baik adalah mempunyai syarat :
1.   Ketersediaan (availability), informasi tersebut harus dapat diperoleh bagiorang yang hendak memanfaatkannya
2.   Mudah dipakai (comprehensibility), informasi tersebut harus dapat dipakaioleh pembuat keputusan
3.   Relevan, dalam konteks organisasi informasi yang diperlukan adalah yangrelevan dengan permaslahan, misi dan tujuan organisasi
4.   Bermanfaat, konsekuensi dari syarat relevan adalah bahwa informasi tersebutharus bermanfaat
5.   Tepat waktu, informasi harus ada pada situasi yang diperlukan atau tepatwaktu
6.   Keandalan (reliability), informasi harus didapat dari sumber yang dapatdiandalkan kebenarannya
7.   Akurat, syarat ini mengharuskan bahwa informasi bersih dari kesalahan dankekeliruan
8.   Konsisten, informasi tidak boleh mengandung kontradiksi di dalampenyajiannya karena konsisten merupakan syarat penting bagi dasarpengambilan keputusan
Pemimpin merupakan seorang manajer yang membawahi sebuah lembagapendidikan atau organisasi. Seorang pakar Edwin Ghiselli mengemukakantentang sifat-sifat tertentu untuk kepemimpinan efektif, sebagai berikut:
1.   Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas atau pelaksana fungsifungsidasar manajemen, terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaanorang lain
2.   Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan mencakup pencarian tanggungjawab dan keinginan sukses
3.   Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif dan daya pikir
4.   Ketegasan (decisiveness), atau kemampuan untuk membuat keputusankeputusandan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat
5.   Kepercayaan diri, atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untukmenghadapi masalah
6.   Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung, mengembangkanserangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inovasi.

Untuk mendapatkan kepemimpinan yang efektif setidaknya seorangpemimpin harus dapat berusaha untuk memenuhi sifat-sifat seperti yang tersebutdi atas. Oleh sebab itu, untuk mendukung hal tersebut seorang pemimpin harusmendapatkan informasi yang valid dan akurat.Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan dalam memimpin danuntuk mempengaruhi seseorang sebagai salah satu cara pengawasan dalam sebuahorganisasi atau lembaga pendiikan. Hal tersebut dapat didukung dengan adanyaintelegensi yang tinggi mencakup kecerdasan, yang dimiliki seorang pemimpin.Kepemimpinan sendiri merupakan suatu tugas yang besar karena dituntut untukmembawahi orang-orang yang berbeda karakter dan pendapatnya. Selainintelegensi, proses kepemimpinan harus ada ketegasan dan seorang pemimpinuntuk proses pengambilan sebuah keputusan. Ketegasan tersebut akan ada, jikakepercayaan dari yang dimiliki serang pemimpin saangat tinggi karena denganadanya kepercayaan tersebut seorang pemimpin akan rasional dan bijaksanadalam menjalankan kepemimpinan sebagai suatu proses dalam suatu lembaga.

3. Peranan Informasi dalam Kualitas Produk dan Jasa
Kualitas didefinisikan dalam banyak cara. Menurut James Martin, konsultan computer terkenal, mendeskripkan kualitas perangkat lunak sebagai tepat waktu, sesuai anggaran dan memenuhi kebutuhan pemakai. Definisi kualitas yang paling sederhana adalah “kesesuaian dengan spesifikasi pelanggan”, bukan jumlah kriteria yang ditetapkan perusahaan.
a.  Dimensi Kualitas produk
1)  Kinerja
2)  Features
3)  Keandalan
4)  Kesesuaian
5)  Daya Tahan
6)  Kemudahan perbaikan
7)  Keindahan
8)  Persepsi terhadap kualitas

 b.  Dimensi Kualitas Jasa
1)  Berwujud
2)  Keandalan
3)  Responsif
4)  Kepastian

5)  Empaty

Kamis, 05 April 2012

kumpulan kata-kata inspirasi – kalimat inspirasi – Komunitas Pohon Inspirasi

Sahabat…bersabarlah merawat pohon kebaikanmu, meski ulat “fitnah” menggerogoti rindang daunnya, jamur “cibiran” merusak keindahan batangnya dan “serangga” busuk menghabisi bunga cantiknya. Setelah kau sabar, akan muncul daun yang lebih segar, batang yang lebih cerah dan kokoh serta buah yang makin lebat. Pohon kebaikanmu akan menebar pesona dengan bunga, buah, kesejukan dan keindahan.
Mustahil kita akan dicintai, mendapat simpati dan dihargai orang lain tanpa terlebih dahulu memberikan penghargaan pada mereka. Orang lain akan menempatkan diri termasuk menghargai kita sesuai apa yang kita berikan padanya. Kita memberi senyum orang lain akan membalasnya dengan senyum. Kita memberikan penghormatan, mereka akan hormat pada kita.
“Kita tidak selalu mendapatkan apa yg kita sukai, karena itu kita harus berusaha menyukai apapun yang kita dapatkan.”
Sahabat, tetaplah ingat pada masa-masa sulit beserta orang-orang yang berjasa membuat kita bertahan dan bangkit. Pelihara memori indah saat kita ditimpa ujian dan bersama siapa kita saat itu. Dan ketika badai kehidupan berlalu dan kita sudah berlabuh di dermaga kesenangan, ajaklah mereka untuk menikmati keindahan dunia bersama-sama, sama seperti ketika menikmati gelapnya dunia.
Empati tertinggi adalah menahan mulut untuk diam saat tergoda ingin bereaksi, memberi saran dan berbagi cerita. Mendengarkan adalah bentuk “sunyi emas” yang dibutuhkan dalam persahabatan
Ada orang yang tidak bisa membedakan antara sibuk dan produktif. Mereka adalah kincir angin yang berujud manusia, bekerja keras namun sebenarnya hasilnya sedikt (Caroline Donnelly)
keindahan alam sebagai inspirasi kita
Kesempatan untuk berbuat sesuatu yang hebat dan istimewa mungkin sangat langka, namun peluang berbuat kebaikan selalu ada setiap hari.Hal yang harus kita raih adalah kebaikan untuk mendapat pujian Tuhan bukan pujian manusia.
Segala yang berlebihan akan berakhir dengan Kekecewaan, apalagi berlebihan berharap pada manusia yang lemah, sering lupa dan salah. DIA lah harapan tak bertepi, muara tempat sirnanya kegundahan, pantai berlabuhnya kekecewaan. Hari ini masih terbentang waktu menghapus kecewa. Semangat beraktivitas, Sahabat, harapan dari-Nya selalu ada

Jumat, 02 Maret 2012

Ibnu Khaldun – Kesanggupan Manusia Untuk Berfikir

Allah membedakan manusia karena kesanggupannya untuk berpikir, yang merupakan sumber dari segala kesempurnaan dan puncak segala kemuliaan dan ketinggian di atas makhluk lain. Menurutnya, sebab dari hal tersebut berasal dari pengertian idrak, yaitu kesadaran dalam diri tentang hal yang terjadi di luar dirinya. Kesadaran semacam itu hanya dimiliki oleh hewan saja, tidak pada lain-lain benda (makhluk) yang mungkin ada. Sebab hewan menyadari akan sesuatu di luar dirinya dengan perantaraan panca inderanya yang telah dianugrahkan Allah1. Sedangkan manusia memahami ini dengan kekuatan pemahaman melalui perantaraan pikiran yang ada di balik pancainderanya.
Berpikir, fikr, ialah menjamah bayang-bayang di balik perasaan dan aplikasi akal di dalamnya untuk pembuatan analisa dan sintesa.
Kesanggupan berpikir ada tiga tingkatan:
1. Pemahaman intelektual manusia terhadap segala sesuatu yang ada di luar alam semesta dalam tatanan alam atau tata yang berubah-ubah, dengan maksud supaya dia dapat mengadakan seleksi dengan kemampuannya sendiri. Bentuk pemikiran semacam ini kebanyakan berupa persepsi-persepsi. Inilah akal pembela (al-’aql ut-tamyizi) yang membantu manusia memperoleh segala sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, memperoleh penghidupannya dan menolak segala yang sia-sia bagi dirinya.
2. Pikiran yang memperlengkapi manusia dengan ide-ide dan perilaku yang dibutuhkan dalam pergaulan dengan orang-orang bawahannya dan mengatur mereka. Pemikiran semacam ini kebnayakan berupa appersepsi-appersepsi, (tashdiqat) yang dicapai satu demi satu melalui pengalaman, hingga benar-benar dirasakan manfaatnya. Inilah yang disebut dengan akal eksprimental, al-’aql at-tajrib.
3. Pikiran yang memperlengkapi manusia dengan pengetahuan (i’im) atau pengetahuan hipotesis (dzann) mengenai sesuatu yang berada di belakang persepsi indera tanpa tindakan praktis yang menyertainya. Inilah akal spekulatif (al-‘aql an-nadzari). Ia merupakan persepsi dan appersepsi, tasawur dan tashdiq, yang tersusun dalam tatanan khusus, sesuai dengan kondisi-kondisi khusus, sehingga membentuk pengetahuan lain dari jenis yang sama, baik perspektif maupun apperspetif. Kemudian, semua itu  bergabung dengan hal-hal lain, lalu membentuk pengetahuan yang lain lagi. Akhir dari proses ini ialah supaya terlengkapi genera, differensia, sebab-akibatnya.  Dengan memikirkan hal-hal ini, manusia mencapai kesempurnaan dalam realitasnya, dan menjadi intelek murni dan memiliki perspektif. Inilah makna realitas manusia (al-haqiqah al-insaniah).
Sumber : Muqadimah. Ibnu Khaldun. terjemah by Ahmadie Thoha 1986 Jakarta Pustaka Firdaus

Senin, 27 Februari 2012

Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.

“Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”
– Francis Bacon Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan.  Adalah baik untuk berharap yang terbaik.  Tetapi hal itu tidak cukup.  Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak.
Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung berlebihan pada harapan – demi perbaikan nasib.  Berharap yang terbaik belum menghasilkan apa-apa.  Bekerja dan bertindak – disertai dengan
harapan di dalam hati – adalah hal yang membawa hasil.  Kombinasi yang sempurna.  Harapan tidak akan mengecewakan – selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen.
Harapan tidak bisa mengganti tindakan.  Kerjakan apa yang harus dikerjakan – ada atau tidak ada harapan.  Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud.
Mulai hari baru anda dengan harapan, dan sambung dengan kerja dan karya.  Biarkan harapan menginspirasikan anda, ketimbang membuai anda.  Harapkan yang terbaik, dan bayar setiap ongkosnya.  Harapan bergantung pada ANDA.
Apa yang Memotivasi Para Bilyuner..?
Pernahkah terpikir oleh anda, apa yang memotivasi para bilyuner? Bahkan jauh hari sebelum menjadi bilyuner – kekayaan yang mereka kumpulkan telah mencukupi untuk hidup mereka, anak mereka, cucu mereka, atau bahkan generasi selanjutnya.
Kebanyakan bilyuner adalah pekerja keras.  Bangun pagi-pagi – lalu pergi bekerja hingga larut malam.  Mereka melakukan itu – tentu bukan lagi karena sekedar mengejar uang. Lalu apa yang mereka kejar?   Apakah itu keserakahan? atau kekuasaan?  Mungkin.  Tetapi secara umum, orang-orang pelit / serakah – jarang beroleh sukses – karena mereka tidak memberi nilai lebih pada orang lain. Kebanyakan bilyuner modern masa kini, tidak menjadi bilyuner karena kikir.
Para bilyuner termotivasi oleh cita-cita mereka.  Cita-cita untuk membuat perbedaan, sehingga dunia menjadi berbeda karena mereka ADA. Motivasi ini yang memampukan mereka untuk menjadi bilyuner.  Dan karena hal itu pula mereka tetap bisa bekerja keras – sekalipun telah menjadi bilyuner.
Apakah anda ingin hidup seperti seorang bilyuner?  Mudah sekali. Berhentilah bekerja hanya untuk sekedar hidup – dan buat perbedaan. Sekalipun di hari terburuk
Hidup adalah kemewahan, hidup adalah kegembiraan – sekalipun di hari terburuk. Kenyataan bahwa anda saat ini hidup sehingga bisa membuat keputusan, bisa melaksanakannya, dan mampu membuat perbedaan – jauh lebih berharga ketimbang segala kesulitan dan kekecewaan yang mungkin menghadang.
Saat dunia gelap – hidup adalah alasan mengapa anda harus menjadi cahaya.
Kualitas hidup anda tidak tergantung pada apa yang anda temui, tetapi pada seperti apa anda setelah melewati segala tantangan. Hari ini adalah hari istimewa – karena anda diperbolehkan masuk ke hari ini.  Ada kesempatan untuk tumbuh – dan mencapai cita-cita anda ke segala arah.  Bila orang di sekitar anda pencemooh dan pendengki – anda punya kesempatan untuk membuat – bahwa KARENA ANDA – lingkungan anda bisa berubah ke arah lebih baik.  Tantangan kesulitan yang ada di depan anda menyembunyikan harta karun nyata yang menunggu untuk digali.
Hati kecil anda sudah mengerti hal ini.  Hidup adalah indah – bila anda menerima hidup sebagai kesempatan.  Di mana pun anda, apapun yang anda hadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari.  Dan saat anda mengambil pilihan ini – dunia di sekeliling anda pun akan menjadi lebih baik.

Minggu, 06 Maret 2011

MEMAHAMI PROSES PENYEIMBANGAN DIRI

Sikap dan Prasangka
Sikap merupakan suatu aktifitas individu sebagai akibat dari pengalaman atau kejadian yang meyebabkan suatu tindakan. Sikap mempunyai beberapa ciri khas yaitu: mempunyai obyek tertentu, dan mengandung penilaian. Artinya bahwa sikap seseorang dapat menimbulkan gejala suka dan tidak suka bagi para individu dan lingkungan disekitarnya.
Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu:
a.   Kognitif (cognitive).
Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu.
b.   Afektif (affective)
Menyangkut masalah emosional  subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu.
c.   Konatif (conative)
Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi.
Salah satu bentuk sikap adalah prasangka (prejudice). Prasangka adalah sikap yang negatif terhadap kelompok tertentu atau terhadap seseorang, semata-mata karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu. Prasangka timbul karena penilaian yang tidak berdasar dan pengambilan sikap sebelum menilai dengan cermat, sehingga terjadi penyimpangan pandangan (bias) dari kenyataan yang sesungguhnya.
Walaupun demikian, ada sebagian pakar yang berpendapat bahwa prasangka tidak selalu salah dan irasional. Sebagian juga berdasarkan pada kenyataan. Selain itu, prasangka dapat juga positif (misalnya orang Belanda selalu tepat waktu, dan orang Bali jujur). Hanya saja prasangka yang bersifat positif tidak menimbulkan masalah dalam hubungan antar pribadi atau antar kelompok, sehingga tidak dibicarakan secara khusus atau bahkan dianggap tidak ada. Yang jelas, prasangka adalah problem psikologi sosial karena yang utama dari sikap ini adalah dampaknya pada hubungan antarpribadi atau antar kelompok.
Persepsi
Manusia sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.
Persepsi pada hakikatnya adalah merupakan proses penilaian seseorang terhadap obyek tertentu. Menurut Young (1956) persepsi merupakan aktivitas mengindera, mengintegrasikan dan memberikan penilaian pada obyek-obyek fisik maupun obyek sosial, dan penginderaan tersebut tergantung pada stimulus fisik dan stimulus sosial yang ada di lingkungannya. Sensasi-sensasi dari lingkungan akan diolah bersama-sama dengan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya baik hal itu berupa harapan-harapan,nilai-nilai, sikap, ingatan dan lain-lain. Sedangkan menurut Wagito (1981) menyatakan bahwa persepsi merupakan proses psikologis dan hasil dari penginderaan serta proses terakhir dari kesadaran, sehingga membentuk proses berpikir.
Proses terbentuknya persepsi pada seseorang dapat dimulai dari diterimanya rangsangan baik rangsangan visual, audio, olfatorik, dan rangsang-rangsang yang lain. Rangsang itu kemudian ditanangkap oleh alat indra untuk kemudian dibentuk menjadi sebuah persepsi mengenai apa yang ditangkap oleh alat indra. Setelah menjadi persepsi, mulailah pada proses pengenalan. Dalam proses pengenalan inilah persepsi yang dibangun, mulai diteliti dan diidentifikasi lebih dalam. Pengenalan ini merupakan tindak lanjut untuk mendapatkan suatu kepastian dari persepsi yang dibangun. Pengenalan yang dilakukan dapat dengan penalaran dan perasaan. Penalaran merupakan pemikiran dari suatu persepsi secara rasional, penalaran ini menggunakan akal pikiran dan dasar-dasar yang rasional. Sedangkan perasaan menyebabkan suatu kedekatan dan pengertian tentang persepsi. Dengan perasaan inilah suatu persepsi atau obyek dapat dikenali dan ditelaah lebih mendalam. Setelah mengenali dan memahami rangsang yang mendasari persepsi, maka akan didapatkan suatu tanggapan dan konfirmasi dari apa yang telah menjadi persepsi selama ini.
Proses ini merupakan proses yang berkelanjutan untuk dapat mendapatkan suatu penjelasan, konfirmasi, dan hal yang sebenarnya mengenai prsepsi yang dibangun. Sebagai contoh seseorang melihat makanan di atas meja. Mata menangkap adanya rangsang makanan di atas meja. Setelah mata melihat maka terbentuklah persepsi bahwa makanan itu sangat enak. Untuk mendapatkan kepastian dari persepsi itu, maka dilakukan pengenalan dan pendekatan. Lidah merasakan, dan mulai mendapatkan suatu konfirmasi tentang persepsi yang dibangun. Setelah merasakan makanan itu terasa enak, maka telah mendapat kepastian, yang berarti bahwa ia telah berhasil membangun sebuah persepsi yang positif dan benar sesuai dengan kondisi yang ada.
Diri, Konsep Diri dan Penyesuaian Diri
Diri merupakan suatu organisasi dari aspek-aspek yang saling berkaitan, yang membentuk suatu struktur kepunyaan dengan segala sejalanya. Aspek yang terdapat dalam diri saling berkaitan dan saling melengkapi untuk dapat mengkondisikan diri itu sendiri. Aspak-aspek tersebut yaitu aspek fisik dan aspek psikis, dengan segala komponennya yaitu emosi, psikososial, mental, pola pikir, dan komponen yang lain. Diri merupakan sesuatu yang dapat dilihat melalui panca indra yaitu mata. Diri yang dapat dilihat inilah merupakan aspek fisik yang ada dalam diri.
Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki oleh anak tentang dirinya, meliputi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Penyesuaian diri merupakan keefektifan individu dalam memenuhi kebutuhan dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Konsep diri dibedakan menjadi dua, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Konsep diri positif terbentuk bika anak selalu dihargai berdasarkan potensi aktual yang dimilikinya. Konsep diri negatif terbentuk bila lingkungan secara berlebihan selalu mengingatkan kelemahan maupun kekurangan yang dimiliki anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan konsep diri:
- kenali potensi anak
- memberiklan stimulasi kepada anak untuk mengetahui kemampuannya
- membantu anak dalam neyelesaikan tugas tanpa disertai kritikan yang tajam
- memberikan dukungan kepada anak
- mengamati lingkungan anak bersama teman sebayanya
Anak yang memiliki konsep diri yang baik dengan mudah dapat menyesuaikan diri tanpa mengalami hambatan. Rasa bahagia, mampu menerima dirinya, serta menunjukkan bagaimana sebaiknya bertingkah laku dalam pergaulan sehari-hari merupakan syarat agar anak memiliki penyesuain diri yang baik, selain mencegah terbentuknya mekanisme pertahanan diri yang dapat mengarahkan anak pada penyesuaian diri yang buruk.
Beberapa karakteristik yang dapat menggambarkan penyesuaian diri yang baik:
- dapat menerima tanggung jawab sesuai dengan usianya
- menikmati pengalamannya
- mampu memecahkan masalah dengan segera
- mampu membuat keputusan
- tetap pada pilihannyamerasa puas dengan kenyataan
- dapat menggunakan pikiran untuk bertindak, dan bukan untuk melarikan diri
- mampu belajar dari kegagalan
- mampu mengatur waktu
- mampu menyatakan ya/tidak pada saat yang tepat
- menunjukkan ekspresi emosi yang tepat
- menerima kenyataan bahwa hidup merupakan perjuangan yang tak ada habisnya
Suatu konsep diri akan terbentuk sesuai dengan apa yang diinginkan, sesuai apa yang akan menjadi tujuan. Pembentukan konsep diri inilah yang nantinya akan menuju penyesuaian diri yang akan mengarah kepada keseimbangan diri. Dengan keseimbangan diri inilah seseorang akan dapat menemukan kehidupan yang dapat menuntunnya menjadi insan yang dapat memberi manfaat bagi kehidupannya.
Untuk mencapai keseimbangan diri inilah diperlukan suatu proses yang dinamakan asimilasi,adaptasi, dan akomodasi.
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan- golongan manusia dengan latar belakangan kebudayaan yang berbeda-beda yang saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan unsur-unsurnya masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.
Adaptasi adalah adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik. Adaptasi ini dignakan untuk dapat mempertahankan hidupnya dalam rangka mencapai keseimbangan diri tersebut.
Dengan asimilasi dan adaptasi inilah akan muncul akomodasi, yaitu keadaan yang sudah mengarah kepada keseimbangan diri.

Minggu, 19 September 2010

Saat Bingung Memilih Pasangan

Saat Bingung Memilih Pasangan    

Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya 'kufu' ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama. 

Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN. Disisi lain bahwa memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami atau istri. Aisyah Ra berkata, "Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan"

Rasulullah pun bersabda, "Barang siapa yang menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka dia telah memutus rahimnya" (HR Ibnu Hibban). Nabi juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu Nabi menjawab, "Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki harta yang banyak." Lalu Nabi menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.

Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara berkali-kali. Jika telah dilakukan berkali-kali maka KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan berkali-kali. Dan untuk membedakan apakah itu keputusan yang dominan adalah selera semata atau dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya alamat yang mutlak.

Juga apabila persoalan apakah diri kita jual mahal atau tidak tergantung pada niat dan representasinya, karena itu Rasulullah menegaskan, "Sesungguhnya segala pekerjaan membutuhkan niat dan pekerjaan seseorang sangat dipengaruhi oleh niat. Barang siapa yang niatnya kepada Allah maka dia (dalam representasinya) akan sesuai dengan Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang niatnya kepada dunia atau wanita maka (representasinya) akan sesuai apa yang diniatkan" (Muttafaq alaih). 

Untuk menghindarkan tuduhan itu maka buktikan dalam representasi kita sehari-hari, sebagai contoh bahwa tuduhan itu akan benar jika memang salah satu kebiasaan kita adalah chatting dengan teman-teman baru yang notabenenya lebih banyak para laki-laki untuk seorang perempuan, dan sebaliknya, berbeda misalnya kalau teman yang kita ajak chatting adalah para wanita atau dalam bahasa yang digunakan bersifat umum, tidak ada yang rahasia sehingga tidak khawatir kalau harus dibaca orang. Ini hanya sekelumit contoh yang barangkali kurang tepat untuk yang bingung memilih pasangannya. Tapi ada hal yang cukup penting untuk diketahui bahwa UNTUK MENGENAL SESEORANG TENTU TIDAK CUKUP DENGAN BERKOMUNIKASI SESAAT. 

Pernah suatu hari Sahabat Umar bin al-Khattab mendengar seseorang memuji orang lain hingga Umar agak merasa keheranan lalu Umar bertanya, "Apakah kamu pernah bepergian dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah bertransaksi dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah bertetangga dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah melihatnya dia melakukan shalat?" Jawab orang tersebut, "Ya, aku melihat dia rajin shalat, menunaikannya sesuai dengan waktunya." Lalu kata Umar, "Kalau begitu anda belum kenal dengan baik orang tersebut." Tetapi untuk mengenali tiga poin pertama dari empat poin tersebut bisa dilakukan dengan cara MENANYAKAN ORANG YANG PALING DEKAT DENGANNYA, DAN YANG DAPAT DIPERCAYA.
Adapun bila kita dihadapkan suatu pilihan lebih dari satu, tentu sewajarnya seorang akan memilih yang terbaik baginya, meskipun PILIHAN TERBAIK BAGINYA TIDAK SELALU IDENTIK DENGAN PILIHAN YANG TERBAIK BAGI UMUM, KARENA SESEORANG TENTU MEMILIKI PERTIMBANGAN YANG SANGAT KHUSUS YANG TIDAK DIMILIKI ORANG LAIN. 

Dari uraian diatas, kebingungan untuk memilih pasangan hidup dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini,
  1. pilihlah karena agamanya,
  2. kenali dengan cara menanyakan kepada orang yang paling dekat dengannya dan dapat kita percaya,
  3. letakkan niat pada tempat yang benar, karena segala perbuatan membutuhkan dan sangat dipengaruhi niat,
  4. sholat istikhorah untuk mohon petunjuk kepada Allah juga patut dilakukan,
  5. apabila semua ini telah dilakukan, maka pasrahkan diri kepada Allah SWT akan keputusan-Nya, jangan keluh kesah, karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah,
  6. dan terakhir, jangan bosan untuk berbekal ilmu pernikahan :), karena berbekal ilmu adalah lebih baik daripada tidak membekali diri pada saat masuk ke dunia yang baru.
Masalah jodoh hanya Allah yang tahu, siapa pasangan kita sebenarnya, itulah rahasia Allah. Kita hanya diminta untuk berusaha, dan Allah-lah penentunya, terkadang Dia menentukan pilihan-Nya itu diluar dugaan dan rasio kita sebagai seorang manusia, tapi itulah ketentuan Allah. Jika memang harus menerima kenyataan di luar kehendak kita, maka ingatlah untuk tidak sembarangan memberikan cinta kepada siapapun, karena kadar cinta kita kepada Allah harus lebih tinggi dari itu semua. Yang terbaik menurut Allah, itulah yang paling utama.
Selamat berjuang akhi, selamat berjuang ukhti..., mulailah dengan bismillah dan niat yang benar, insya Allah, ridho-Nya akan selalu menghampiri, dan semoga Allah selalu memudahkan urusan antum.
Wallahu alam bi showab,

=====
Author: Abu Aufa
Maraji': Konsultasi Ustadz Bukhori Yusuf, Lc, MA dan Ustadz M. Ihsan Tandjung, Lc
Laboratory Department of Control Engineering and Science
Faculty of Computer Science and Systems Engineering
Kyushu Institute of Technology-Japan

Selasa, 17 Agustus 2010

WISATA RIAU PEKANBARU

Wisata Belanja Pekanbaru

Pasar Bawah adalah Wisata Belanja Kota Pekanbaru. Tak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Pekanbaru kalau tak singgah atau berbelanja di Pasar Bawah Pekanbaru. Orang-orang dari luar Pekanbaru selalu menjadikan pasar bawah sebagai salah satu tempat yang harus dikunjungi jika mampir ke pekanbaru.

Pasar Bawah Pekanbaru termasuk pasar yang tertua di kota Pekanbaru, jadi Pasar bawah Pekanbaru adalah pasar tradisional. Pasar Bawah Pekanbaru terletak di pinggir Sungai Siak dan dekat dengan Pelabuhan, maka di pasar bawah ini mudah untuk mendapatkan barang-barang dari luar negeri dengan harga miring.
Dulu masuknya barang-barang ini belum terlalu dilarang. Pasar Bawah menjadi tempat favorit untuk berburu barang-barang elektronika dari luar negeri.
Tapi tentunya bukan cuma barang elektronik saja, aneka pernak-pernik rumah tangga seperti guci dan patung-patung juga tersedia dengan aneka pilihan.
Tapi seiring waktu berjalan, peraturan pemerintah pun semakin ketat. Barang-barang yang dulunya mudah masuk, sekarang tidak bisa lagi.
Pemerintah kota pekanbaru tidak mau pasar yang sudah terkenal itu menjadi mati. Maka kemudian pemko membangun sebuah pasar yang lebih bagus dan menjadikannya sebagai pasar wisata di kota pekanbaru.
Sekarang Pasar bawah Pekanbaru berubah nama menjadi Pasar Wisata, walau orang banyak lebih familiar dengan nama Pasar Bawah. Kita akui langkah yang diambil pemko pekanbaru sudah tepat. Sampai saat ini kita masih bisa berburu barang dari luar negeri dengan harga miring dengan cara tertentu (makanya pandai-pandai, hehehe).

Sekarang yang perlu diperhatikan dari pasar wisata ini ialah tentang keberadaannya. kalo bisa barang-barang yang di jual disana seharusnya diusahakan yang mempunyai ciri khas tertentu dan tidak ditemukan di pasar lainnya di kota pekanbaru.
Jangan sampai ke'ekslusifan' pasar bawah ini akan hilang di telan jaman seiring kehadiran mal dan plaza di kota pekanbaru. Ayo pemerintah daerah supaya mengatur para pedagang disana dan membantu menemukan item-item produk khas pekanbaru dan riau umumnya. Semua pihak dapat terlibat sehingga pasar wisata ini tetap menjadi kebanggaan masyarakat pekanbaru yang dapat kita perkenalkan keluar daerah.